Oleh: drhby | 26 April 2009

WASPADA FLU BABI

 

babi-grobogan1Kota Meksiko telah memulai vaksinasi besar-besaran menyusul kasus Flu Babi (swine flu)  yang menyerang manusia. Penduduk kota dihimbau menghindari tempat-tempat keramaian. Jutaan anak sekolah terpaksa diliburkan.

 

Menurut Menteri Kesehatan Meksiko José Angel Córdova 16 orang tewas akibat flu babi dan Sekitar 50 kasus kematian lainnya masih diperiksa. Sejauh ini diperkirakan 1.000 orang telah terjangkit virus berbahaya tersebut.

 

Dengan kejadian ini, Pemerintak Meksiko telah menutup beberapa sekolah yang diduga terjangkit virus ini dan membatalkan beberapa acara publik di Kota Meksiko. Pemerintah juga telah mengkampanyekan pemberantasan terhadap penyakit ini.

Flu babi yang menyebar di Meksiko merupakan jenis baru. Jenis flu ini belum pernah ditemukan sebelumnya. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menduga, virus tersebut sedikitnya telah menewaskan 60 orang di Meksiko sejak pertengahan Maret lalu

Virus dengan struktur sama juga ditemukan di Texas dan California, Amerika Serikat. Delapan orang dilaporkan sakit. WHO khawatir dengan wabah virus ini akan merebak dan segera menggelar pertemuan mendadak.

 

Menurut WHO, dari hasil pengujian diketahui virus tersebut serupa dengan flu babi jenis baru, disebut H1N1, yang berjangkit di Kalifornia dan Texas. Flu babi memang kadang-kadang menjangkiti manusia, tetapi sangat jarang menular ke sesama manusia.

 

Menurut para ahli Amerika, virus yang bersangkutan adalah gabungan dari berbagai variasi virus yaitu virus flu burung, virus flu babi dan flu manusia. Virus baru ini kemungkinan bisa menular antar manusia. Pejabat kesehatan global memang belum menyiarkan terjadinya pandemi. Meski begitu, mereka mulai meningkatkan kewaspadaan.

 

Flu babi adalah penyakit flu yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. virus ini termasuk dalam keluarga Orthomyxoviridae. influenza tipe A ini menjadi perhatian karena galur virus yang berbeda menyebabkan influenza pada unggas, kuda dan babi. Flu babi merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditakuti  karena dapat menginfeksi manusia.

Sejarah Influenza Babi

Influenza babi pertama kali diamati di Amerika Serikat bagian Tengah Utara pada saat terjadinya epidemic influenza manusia tahun 1818-1819, dan dalam jangka waktu lama dilaporkan hanya terjadi di daerah tersebut (tempat terjadinya wabah tahunan pada setiap musim dingin). Influenza babi merupakan penyakit pernafasan yang paling sering menyerang babi di Amerika Utara. Wabah juga dilaporkan terjadi di Kanada, Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada awal tahun 1968. Di Eropa, flu babi berjangkit pada tahun 1950-an di Cekoslovakia, Inggris dan Jerman Barat, kemudian virusnya sepertinya menghilang.

Wabah kembali berjangkit tahun 1976 di Italia bagian utara dan menyebar ke Belgia dan Prancis bagian utara pada tahun 1979. Isolate virus influenza babi yang diambil di Eropa selama dan setelah 1979 berkerabat tetapi jauh berbeda dengan galur klasik yang dijumpai di Amerika Serikat. Secara antigenik dan genetik isolat Eropa, kecuali Italia (serupa dengan galur Amerika Serikat) berkerabat dekat dengan isolat virus H1N1 dari itik. Dengan demikian dua varian antigenic yang berbeda dari virus influenza babi dari subtipe H1N1 dan beredar bersama-sama pada babi di berbagai belahan dunia. Babi juga dapat diinfeksi oleh galur virus influenza H3N2 yang berasal dari manusia dan unggas tetapi infeksinya tidak terlalu kentara.

Epidemiologi

Influenza babi biasanya muncul ketika babi yang berasal dari kawanan terinfeksi dimasukkan ke kawanan yang peka. Penyakit ini seringkali muncul bersamaan pada beberapa peternakan di suatu daerah dan terjadi wabah. Wabah mulai timbul pada akhir musim gugur dan paling buruk selama musim dingin. Virus keluar melalui ingus, dan penularan dari babi ke babi lainnya melalui kontak langsung atau menghirup partikel-partikel kecil dalam air yang mengandung virus.

Virus influenza babi (H1N1) juga menginfeksi kalkun dan manusia. Infeksi pada kalkun dapat menimbulkan gejala klinis penyakit pernafasan atau menurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah telur yang tidak normal. Infeksi pada manusia relatif biasa terjadi pada jagal dan peternak babi dan dapat menyebabkan penyakit pernafasan, terjadinya demam, lesu, letih, nyeri tenggorokan, penurunan nafsu makan, dan mungkin diikuti muntah, mual dan diare. Penularan dari manusia ke manusia biasanya terbatas dan belum ada catatan pasti.

Gejala Klinis

Masa inkubasi 1-3 hari. Gejala klinis yang utama terbatas pada saluran pernafasan, mendadak timbul pada sebagian besar babi dalam kelompok. Babi yang terinfeksi tidak mampu berjalan dengan bebas dan cenderung bergerombol. Terjadi radang hidung, pengeluaran ingus, bersin-bersin dan konjungtivitis. Babi yang terinfeksi menderita batuk proksismal, disertai dengan punggung melengkung, pernafasan cepat, sesak, apatis, anoreksia, rebah tengkurap dan suhu tubuh meningkat mencapai 41-41,5°C. Setelah 3-6 hari babi biasanya sembuh dengan cepat, makan secara normal setelah 7 hari dan sejak tampaknya gejala klinis untuk pertama kalinya. Bila babi yang sakit diusahakan tetap hangat dan tidak menderita cekaman, penyakit ini tidak membahayakan dan dengan komplikasi yang sangat kecil serta tingkat kematian kurang dari 1 %, tetapi babi yang menderita bronkopneumonia dapat berakhir dengan kematian.

Walaupun di Indonesia belum ditemukan indikasi adanya penyebaran penyakit ini, tetapi pemerintah tetap harus selalu waspada. Karena penyakit ini bersifat global, dan sewaktu-waktu bisa sampai juga di negeri ini. Pencegahan yang serius dapat mengurangi resiko terjadinya penularan penyakit ini ke manusia.

 

Kampanye Hidup bersih dan selalu meningkatkan biosekuriti  kandang pada peternakan-peternakan babi komersial, merupakan upaya yang harus segera dilakukan. Karena apabila telah terjadi pandemi, maka pola penyebarannya tidak lagi dari hewan ke manusia tetapi bisa langsung antar manusia. Dan jika hal ini terjadi, maka tinggal menunggu saja saatnya tiba. SEGERALAH BERTINDAK! (Disarikan dari berbagai sumber, vet-indo.com).

 


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.