Oleh: drhby | 23 April 2009

CACINGAN PADA TERNAK

cacingan

 

Dalam budidaya ternak, baik ternak ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing, dan Domba), ternak non ruminansia (Babi dan Kuda), ternak unggas (ayam ras, ayam buras, itik, puyuh dll) serta aneka ternak (kelinci dan marmut), pada umumnya peternak tidak pernah memperhatikan berapa kerugian yang ditimbulkan akibat ternaknya terserang CACINGAN.

 

Penyakit Cacingan kelihatanya sepele, namun apabila dicermati ternyata menimbulkan dampak yang cukup serius dalam memperngaruhikesehatan ternak yang pada akhirnya akan berakibat langsung pada penurunan produksi. Ternak yang terjangkit CACINGAN akan mengalami kekurangan nutrisi atau gizi, sehingga daya tahan terhadap penyakit akan menurun, sehingga gampang terserang penyakit hewan lain khususnya penyakit insfeksi. Karena kekurangan nutrisi, ternak akan mengalami gangguan reproduksi, sehingga ternak akan sulit untuk menjadi bunting.

 

16 Milyar / tahun

Menurut penelitian, akibat dari cacingan ternak akan mengalami penurunan  pertumbuhan berat badan sampai rerata 20%. Kalau kita hitung untuk ternak sapi yang ada di Kab. Grobogan dari populasi sebanyak 110.000 ekor dimana jumlah yang 30%nya atau sekitar 30.000 ekor adalah ternak yang dalam masa pertumbuhan, dengan rata-rata tingkat pertambahan berat badan / hari 0,5 kg, maka apabila terserang cacingan hanya akan naik 0,4 kg / hari, sehingga total kerugian dalam satu tahun adalah :

0,1 kg x 30.000 ekor x 360 hari x Rp 15.000 (harga sapi / kg berat hidup)

= Rp. 16.200.000.000 (enam belas milyar dua ratus juta rupiah)

Sungguh suatu kerugian yang sangat besar, belum lagi kerugian akibat terhambatnya kebuntingan dan kerugian pada ternak lain akibat cacingan.

 

Bagaimana Tanda-tanda ternak cacingan

  • Kelihatan kurus, bulu kusam, berdiri dan mudah rontok 
  • Kadang mencret atau fesesnya berbau atau berlendir
  • Nafsu makan besar tapi perkembangan berat badan lambat
  • Pada unggas petelur, produksi telurnya rendah

 

Pengobatan

Untuk membebaskan ternak dari penyakit cacingan sebenarnya sangat mudah dan murah. Ternak cukup diberi obat cacing secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali. Banyak jenis obat cacing yang beredar di pasar, namun usahakan obat cacing dengan spektrum luas sehingga mampu membunuh semua jenis cacing. Untuk yang spektrum luias pada umumnya mengandung zat aktif albendazol atau oxbendendozol yang dalam pasaran berupa bentuk bolus atau larutan, dengan beberapa merk dagang diantaranya : Verm O, Worm Zol, Rintal Bolus, dll. Harga perdosisnya sekitar     Rp 7.000 – Rp 10.000. Untuk yang lebih murah adalah serbuk piperazine tapi bukan spektrum luas (hanya membunuh cacing tertentu saja) dengan harga     Rp 5.000 / dosis.

 

Kesimpulan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk pengobatan CACINGAN 30.000 ekor  ternak sapi di kabupaten Grobogan dibutuhkan dana   ± Rp 1000.000.000,- (1 Milyar). Tidak cukup banyak dibanding dengan kerugian yang ditimbulkan akibat CACINGAN yang mencapai 16 milyar rupiah. Untuk pengobatan swadaya petani yang punya seekor sapi hanya butuh dana Rp. 40.000,- untuk pembelian obat cacing 4x dalam setahun, namun mampu menyelamatkan uang    Rp. 540.000,- yang akan hilang apabila ternaknya tidak diberi obat cacing.


Tanggapan

  1. Thanks for your articles.

  2. hhm mau tanya dunk ada yang tau distributor obat hewan untuk peternakan dmana?

  3. Obat cacing ternak sapi dapat kunjungi sumberhewan.com, terima kasih.

  4. mesti hati-hati nih kalau mau beli daging

  5. thank’s infonya,gan…boleh tukeran link?


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.