Feeds:
Tulisan
Komentar

CACINGAN PADA TERNAK

cacingan

 

Dalam budidaya ternak, baik ternak ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing, dan Domba), ternak non ruminansia (Babi dan Kuda), ternak unggas (ayam ras, ayam buras, itik, puyuh dll) serta aneka ternak (kelinci dan marmut), pada umumnya peternak tidak pernah memperhatikan berapa kerugian yang ditimbulkan akibat ternaknya terserang CACINGAN.

 

Penyakit Cacingan kelihatanya sepele, namun apabila dicermati ternyata menimbulkan dampak yang cukup serius dalam memperngaruhikesehatan ternak yang pada akhirnya akan berakibat langsung pada penurunan produksi. Ternak yang terjangkit CACINGAN akan mengalami kekurangan nutrisi atau gizi, sehingga daya tahan terhadap penyakit akan menurun, sehingga gampang terserang penyakit hewan lain khususnya penyakit insfeksi. Karena kekurangan nutrisi, ternak akan mengalami gangguan reproduksi, sehingga ternak akan sulit untuk menjadi bunting.

 

16 Milyar / tahun

Menurut penelitian, akibat dari cacingan ternak akan mengalami penurunan  pertumbuhan berat badan sampai rerata 20%. Kalau kita hitung untuk ternak sapi yang ada di Kab. Grobogan dari populasi sebanyak 110.000 ekor dimana jumlah yang 30%nya atau sekitar 30.000 ekor adalah ternak yang dalam masa pertumbuhan, dengan rata-rata tingkat pertambahan berat badan / hari 0,5 kg, maka apabila terserang cacingan hanya akan naik 0,4 kg / hari, sehingga total kerugian dalam satu tahun adalah :

0,1 kg x 30.000 ekor x 360 hari x Rp 15.000 (harga sapi / kg berat hidup)

= Rp. 16.200.000.000 (enam belas milyar dua ratus juta rupiah)

Sungguh suatu kerugian yang sangat besar, belum lagi kerugian akibat terhambatnya kebuntingan dan kerugian pada ternak lain akibat cacingan.

 

Bagaimana Tanda-tanda ternak cacingan

·        Kelihatan kurus, bulu kusam, berdiri dan mudah rontok

·        Kadang mencret atau fesesnya berbau atau berlendir

·        Nafsu makan besar tapi perkembangan berat badan lambat

·        Pada unggas petelur, produksi telurnya rendah

 

Pengobatan

Untuk membebaskan ternak dari penyakit cacingan sebenarnya sangat mudah dan murah. Ternak cukup diberi obat cacing secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali. Banyak jenis obat cacing yang beredar di pasar, namun usahakan obat cacing dengan spektrum luas sehingga mampu membunuh semua jenis cacing. Untuk yang spektrum luias pada umumnya mengandung zat aktif albendazol atau oxbendendozol yang dalam pasaran berupa bentuk bolus atau larutan, dengan beberapa merk dagang diantaranya : Verm O, Worm Zol, Rintal Bolus, dll. Harga perdosisnya sekitar     Rp 7.000 – Rp 10.000. Untuk yang lebih murah adalah serbuk piperazine tapi bukan spektrum luas (hanya membunuh cacing tertentu saja) dengan harga     Rp 5.000 / dosis.

 

Kesimpulan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk pengobatan CACINGAN 30.000 ekor  ternak sapi di kabupaten Grobogan dibutuhkan dana   ± Rp 1000.000.000,- (1 Milyar). Tidak cukup banyak dibanding dengan kerugian yang ditimbulkan akibat CACINGAN yang mencapai 16 milyar rupiah. Untuk pengobatan swadaya petani yang punya seekor sapi hanya butuh dana Rp. 40.000,- untuk pembelian obat cacing 4x dalam setahun, namun mampu menyelamatkan uang    Rp. 540.000,- yang akan hilang apabila ternaknya tidak diberi obat cacing.

 Berikut adalah berita seputar Kesehatan Hewan di Kabupaten Grobogan yang diliput oleh SCTV

 Fotokuripan                                                                                                                                           

Ratusan Ayam Mati Mendadak di Grobogan
Liputan6.com, Grobogan: Penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, saat ini resah dengan matinya ratusan ayam di desa mereka dengan gejala mirip flu burung. Setiap ada ayam yang mati, mereka langsung menimbunnya di pekarangan belakang rumah tanpa perlindungan kesehatan yang memadai.Dalam sepekan terakhir, sudah ratusan ekor ayam mati mendadak dengan bagian mulut ayam nengeluarkan cairan berlendir dan kepala kebiru-biruan. Petugas Dinas Perternakan setempat juga sudah menyemprotkan disinfektan. Mereka juga terus memberikan penyuluhan serta pemeriksaan kandang ayam. Selain itu, petugas juga aktif melakukan rapid test untuk memastikan apakah ayam yang mati positif terkena virus flu burung.(ANS/Yudi)

Klik disini :  http://video.liputan6.com/videodetail/200905/177190/Ratusan.Ayam.Mati.Mendadak.di.Grobogan

 

Tanggal 1 mei mungkin akan menjadi hari bersejarah. Setelah terjadi demo peringatan hari buruh, bergulir  kabar mengagetkan ketua KPK disinyalir terlibat pembunuhan terhadap salah satu Direktur BUMN. belum selesai itu saja, tiba-tiba saja ada Ijab calon capres-cawapres JK-WRANTO. Weh, begitu cepat peristiwa-peristiwa besar terjadi pada hari ini. Belum lagi heboh terjadinya Flu Babi ato Flu mexico di luar sana. Ternyata, di Bali pernah terjadi wabah Flu Babi. pada tahun 1918 dengan menelan korban 20 ribu masyarakat bali. Wah, siaga satu nih!!  Sedang soal Ketua KPK, isunya pembunuhan dilakukan gara-gara persoalan wanita. Please Not Again!!  Kenapa sih hanya karena persoalan sepele, harus diselesaikan dengan kekerasan. Padahal dalam setiap kesempatan, beliau selalu mengkampanyekan soal Moral.  disimpan dimana ya moralnya ketika akan melakukan perbuatan tersebut. Benar kata Wiranto, kita harus kembali ke Hati Nurani. He… *ngomong opo to iki, rak nggenah*

WASPADA FLU BABI

 

babi-grobogan1Kota Meksiko telah memulai vaksinasi besar-besaran menyusul kasus Flu Babi (swine flu)  yang menyerang manusia. Penduduk kota dihimbau menghindari tempat-tempat keramaian. Jutaan anak sekolah terpaksa diliburkan.

 

Menurut Menteri Kesehatan Meksiko José Angel Córdova 16 orang tewas akibat flu babi dan Sekitar 50 kasus kematian lainnya masih diperiksa. Sejauh ini diperkirakan 1.000 orang telah terjangkit virus berbahaya tersebut.

 

Dengan kejadian ini, Pemerintak Meksiko telah menutup beberapa sekolah yang diduga terjangkit virus ini dan membatalkan beberapa acara publik di Kota Meksiko. Pemerintah juga telah mengkampanyekan pemberantasan terhadap penyakit ini.

Flu babi yang menyebar di Meksiko merupakan jenis baru. Jenis flu ini belum pernah ditemukan sebelumnya. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menduga, virus tersebut sedikitnya telah menewaskan 60 orang di Meksiko sejak pertengahan Maret lalu

Virus dengan struktur sama juga ditemukan di Texas dan California, Amerika Serikat. Delapan orang dilaporkan sakit. WHO khawatir dengan wabah virus ini akan merebak dan segera menggelar pertemuan mendadak.

 

Menurut WHO, dari hasil pengujian diketahui virus tersebut serupa dengan flu babi jenis baru, disebut H1N1, yang berjangkit di Kalifornia dan Texas. Flu babi memang kadang-kadang menjangkiti manusia, tetapi sangat jarang menular ke sesama manusia.

 

Menurut para ahli Amerika, virus yang bersangkutan adalah gabungan dari berbagai variasi virus yaitu virus flu burung, virus flu babi dan flu manusia. Virus baru ini kemungkinan bisa menular antar manusia. Pejabat kesehatan global memang belum menyiarkan terjadinya pandemi. Meski begitu, mereka mulai meningkatkan kewaspadaan.

 

Flu babi adalah penyakit flu yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. virus ini termasuk dalam keluarga Orthomyxoviridae. influenza tipe A ini menjadi perhatian karena galur virus yang berbeda menyebabkan influenza pada unggas, kuda dan babi. Flu babi merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditakuti  karena dapat menginfeksi manusia.

Sejarah Influenza Babi

Influenza babi pertama kali diamati di Amerika Serikat bagian Tengah Utara pada saat terjadinya epidemic influenza manusia tahun 1818-1819, dan dalam jangka waktu lama dilaporkan hanya terjadi di daerah tersebut (tempat terjadinya wabah tahunan pada setiap musim dingin). Influenza babi merupakan penyakit pernafasan yang paling sering menyerang babi di Amerika Utara. Wabah juga dilaporkan terjadi di Kanada, Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada awal tahun 1968. Di Eropa, flu babi berjangkit pada tahun 1950-an di Cekoslovakia, Inggris dan Jerman Barat, kemudian virusnya sepertinya menghilang.

Wabah kembali berjangkit tahun 1976 di Italia bagian utara dan menyebar ke Belgia dan Prancis bagian utara pada tahun 1979. Isolate virus influenza babi yang diambil di Eropa selama dan setelah 1979 berkerabat tetapi jauh berbeda dengan galur klasik yang dijumpai di Amerika Serikat. Secara antigenik dan genetik isolat Eropa, kecuali Italia (serupa dengan galur Amerika Serikat) berkerabat dekat dengan isolat virus H1N1 dari itik. Dengan demikian dua varian antigenic yang berbeda dari virus influenza babi dari subtipe H1N1 dan beredar bersama-sama pada babi di berbagai belahan dunia. Babi juga dapat diinfeksi oleh galur virus influenza H3N2 yang berasal dari manusia dan unggas tetapi infeksinya tidak terlalu kentara.

Epidemiologi

Influenza babi biasanya muncul ketika babi yang berasal dari kawanan terinfeksi dimasukkan ke kawanan yang peka. Penyakit ini seringkali muncul bersamaan pada beberapa peternakan di suatu daerah dan terjadi wabah. Wabah mulai timbul pada akhir musim gugur dan paling buruk selama musim dingin. Virus keluar melalui ingus, dan penularan dari babi ke babi lainnya melalui kontak langsung atau menghirup partikel-partikel kecil dalam air yang mengandung virus.

Virus influenza babi (H1N1) juga menginfeksi kalkun dan manusia. Infeksi pada kalkun dapat menimbulkan gejala klinis penyakit pernafasan atau menurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah telur yang tidak normal. Infeksi pada manusia relatif biasa terjadi pada jagal dan peternak babi dan dapat menyebabkan penyakit pernafasan, terjadinya demam, lesu, letih, nyeri tenggorokan, penurunan nafsu makan, dan mungkin diikuti muntah, mual dan diare. Penularan dari manusia ke manusia biasanya terbatas dan belum ada catatan pasti.

Gejala Klinis

Masa inkubasi 1-3 hari. Gejala klinis yang utama terbatas pada saluran pernafasan, mendadak timbul pada sebagian besar babi dalam kelompok. Babi yang terinfeksi tidak mampu berjalan dengan bebas dan cenderung bergerombol. Terjadi radang hidung, pengeluaran ingus, bersin-bersin dan konjungtivitis. Babi yang terinfeksi menderita batuk proksismal, disertai dengan punggung melengkung, pernafasan cepat, sesak, apatis, anoreksia, rebah tengkurap dan suhu tubuh meningkat mencapai 41-41,5°C. Setelah 3-6 hari babi biasanya sembuh dengan cepat, makan secara normal setelah 7 hari dan sejak tampaknya gejala klinis untuk pertama kalinya. Bila babi yang sakit diusahakan tetap hangat dan tidak menderita cekaman, penyakit ini tidak membahayakan dan dengan komplikasi yang sangat kecil serta tingkat kematian kurang dari 1 %, tetapi babi yang menderita bronkopneumonia dapat berakhir dengan kematian.

Walaupun di Indonesia belum ditemukan indikasi adanya penyebaran penyakit ini, tetapi pemerintah tetap harus selalu waspada. Karena penyakit ini bersifat global, dan sewaktu-waktu bisa sampai juga di negeri ini. Pencegahan yang serius dapat mengurangi resiko terjadinya penularan penyakit ini ke manusia.

 

Kampanye Hidup bersih dan selalu meningkatkan biosekuriti  kandang pada peternakan-peternakan babi komersial, merupakan upaya yang harus segera dilakukan. Karena apabila telah terjadi pandemi, maka pola penyebarannya tidak lagi dari hewan ke manusia tetapi bisa langsung antar manusia. Dan jika hal ini terjadi, maka tinggal menunggu saja saatnya tiba. SEGERALAH BERTINDAK! (Disarikan dari berbagai sumber, vet-indo.com).

 

KUMPULAN RENUNGAN CINTA

BILA WAKTU KAN BERAKHIR

 

Bila waktu kini adalah terakhir bagimu, apa yang akan kau lakukan?

Bila saat ini adalah hari terakhir bagimu, sudahkan dendam kau hapuskan?

Bila hanya satu jam waktu mu yang tersisa, sudahkah maaf kau pintakan?

Bila hanya satu menit waktu yang tersisa, pernahkah kau buat orang tua mu bahagia?

Jika detik ini kau berakhir, siapkah bekal mu menuju perjumpaan dengan-Nya?

 

Aku tak pernah tau jika pertanyaan itu tertuju padaku ….

Aku merasa belum apa-apa dengan waktu yang ada….

Aku belum cukup menorehkan jejakku di atas bumi ini….

bahkan alampun belum mengenalku….

 

Aku belum berbuat banyak, Tuhan….

Jika ku tau waktuku terlalu singkat,

Setiap detik akan kuisi  dengan cinta yang membuat-Mu

bangga telah menciptakan aku…

 

Kumohon beri aku waktu

 

Sebuah kisah cinta..

 

Cinta dimulai dengan sebuah senyuman

Tumbuh dengan sebuah perhatian

Dan berakhir dengan air mata

Menyakitkan bila mencintai seseorang tapi tidak dicintai

Tetapi..lebih menyakitkan jika kita mencintai seseorang

Tapi tidak ada keberanian untuk membiarkannya tau apa yang kita rasa.

 

Mungkin tuhan menginginkan kita bertemu dengan semua orang,

Sebelum kita menemukan orang yang tepat.

Maka ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat

Kita akan tau betapa berterimakasih untuk hadiah itu..

 

Cinta adalah ketika kamu menyingkirkan perasaan nafsu dan romantis

dalam sebuah hubungan

dan menemukan kamu masih perduli padanya

 

Satu hal yang menyedihkan dalam hidup adalah

Ketika kamu bertemu sesorang yang sangat berarti bagimu

Hanya untuk mengetahui, bahwa akhirnya dia itu tidak bararti

dan kamu harus melepaskannya..

 

Jangan pernah kamu mengatakan tidak mencintai seseorang lagi,

Jika kamu tidak dapat melepaskannya.

Cinta datang untuk orang2 yang masih berharap

Meskipun mereka pernah dikecewakan

Pada siapa yang masih percaya

Meskipun mereka pernah dikhianati

Dan pada siapa yang masih membutuhkan cinta

Meskipun mereka pernah disakiti sebelumnya

Dan pada siapa yang memilki keberanian

dan kesetiaan untuk membangun kepercayaan kembali.

 

Hanya membutuhkan 1 menit untuk menemukan seseorang

Dan 1 jam untuk menyukai seseorang

Dan 1 hari untuk mencintai sesorang

Tapi memerlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang

 

 

RENUNGAN CINTA

 

Jangan melihat PENAMPILANnya

Karena PENAMPILAN bisa menipu

Jangan melihat kekayaan

Karena kekayaan bisa binasa

Tapi lihatlah seseorang yang dapat membuatmu tersenyum

Karna hanya membutuhkan sebuah senyuman untuk membuat hari gelap menjadi terang

 

Ada saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang

Kamu hanya ingin membawa mereka dari mimpimu dan berharap

Kamu memeluk mereka seolah-olah nyata

Berharap kamu mimpi tentang seseorang yang special

Mimpi seperti yang kamu impikan

Pergi kemana kamu ingin pergi

Menjadi apapun yang kamu inginkan

Karna kamu hanya memiliki hidup sekali dan

Satu kesempatan untuk melakukan semua hal yang kamu ingin lakukan

 

Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain

Jika kamu merasa bahwa hal itu menyakitimu

Mungkin hal itu juga menyakiti orang lain

 

Benar …. kita tidak tau apa yang telah kita dapat

Sampai kita kehilangan dia, tetapi juga benar

Kita tidak tau apa yang telah hilang sampai dia datang

 

Memberikan seluruh cintamu pada seseorang,

tidak menjamin mereka akan mencintaimu juga

Jangan mencintai seseorang mengharapkan balasan

Tapi tunggulah cinta itu tumbuh dihati mereka

Tapi jika tidak, puaslah dengan cinta itu tumbuh dihatimu

 

Ada banyak hal yang kamu dengar tentang cinta..

Bahwa kamu tidak pernah mendengar dari orang yang kamu harapkan

Tapi jangan menjadi tuli dan tidak mendengar jika kata-kata itu terucap dari

Seseorang dengan tulus dari hatinya

 

Jangan pernah mengatakan selamat tinggal

Jika kamu masih ingin mencoba

Jangan pernah menyerah

Jika kamu masih dapat bertahan..

AVIAN INFLUENZA DI GROBOGAN

   ai-again      

Avian Influenza atau  Flu Burung adalah penyakit yang bersifat  asimtomatis dan bisa mengakibatkan kematian yang fatal pada unggas. Penyakit ini disebabkan oleh virus Influenza tipe A, yang merupakan famili Orthomyxoviridae. Virus Influenza dibedakan atas 3 tipe yakni, virus  Influenza tipe A yang biasa menular ke unggas , tipe B dan C adalah virus yang umum menyebabkan influenza pada manusia. Struktur virus Influenza A sangat mirip satu dengan lainnya.                  

 Dengan mikroskop elektron, virus ini mempunyai bentuk yang pleomorfik, dari bentuk bulat dengan garis tengah rata-rata 120 nm sampai berbentuk filament. Dinding kapsul virus tersusun dari komponen lemak sehingga dengan kondisi ini virus akan mudah mati dengan sabun/detergen karena dinding lemak tersebut akan terlarut oleh komponen sabun/detergen.

 

Virus influenza dikeluarkan oleh unggas terinfeksi dalam jumlah yang besar bersama kotoran, leleran, dan udara pernafasan. Karena sifat-sifat virus yang labil dalam udara terbuka, penularan melalui udara pernafasan dapat terjadi melalui kontak yang sangat dekat. Penularan melalui kotoran dan leleran lebih besar peluangnya. Virus influenza dapat bertahan lebih lama dalam material organik seperti dalam kotoran, darah ayam, atau leleran dan dapat menulari manusia atau hewan lain secara langsung dari kandang maupun secara tidak langsung melalui pakaian, kendaraan, atau peralatan yang tercemar. Kemampuan virus ini untuk bertahan di air bergantung pada suhu lingkungan. Pada suhu 220C virus AI dapat bertahan hidup selama 4 hari, sementara pada 00 C dapat bertahan lebih dari 30 hari.
                              

 KEJADIAN KASUS AVIAN INFLUENZA DI KAB. GROBOGAN

Sejak memasuki musim penghujan ini, masyarakat khususnya pemilik ayam dan unggas harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap munculnya kasus Avian Influenza (Flu Burung). Dari hasil pengamatan selama beberapa tahun ini,  sejak kasus AI pertama tahun 2003, kasus AI akan meningkat pada saat musim penghujan ( Oktober – Maret ).

Sinyalemen di atas terbukti dengan munculnya kasus AI  (Flu Burung)  pada ayam buras meningkat mulai musim penghujan. Kabupaten Grobogan memang merupakan daerah endemis Flu Burung sejak tahun 2003. Dinas Peternakan dan Perikanan  yang mendapat laporan kejadian kematian unggas secara mendadak  langsung mengadakan penelusuran/pemeriksaan ke lapangan, dan dengan pemeriksaan Rapid Tes serta melihat tanda-tanda setelah unggas mati dapat menentukan unggas tersebut positif  terinfeksi virus Avian Influenza (Flu Burung) atau tidak.

- Tgl 7 Januari 2009              :  Desa kapung kec.Tanggungharjo, kematian 77 ekor

- Tgl 7 Januari 2009              :  Desa Kaliwenang Kec. Kedungjati, kematian 37 ekor

- Tgl 29 Januari 2009           :  Desa Plosorejo Kec. Tawangharjo, kematian 26 ekor

- Tgl 19 Februari 2009          :  Ds. Kedungrejo Kec. Purwodadi, kematian 283 ekor

- Tgl 19 Februari 2009          :  Desa Lemahputih Kec. Brati, kematian 20 ekor ayam

- Tgl 24 Februari 2009          :  Desa Plosoharjo Kec. Toroh, kematian 52 ekor ayam

- Tgl 24 Februari 2009          :  Desa Krangganharjo Kec. Toroh, kematian 34 ekor

Menyikapi kasus tersebut masyarakat tidak perlu menjadi panik, karena dengan upaya penanganan yang benar kasus tersebut tidak akan menyebar secara luas pada ayam dan unggas yang lain dan juga tidak akan menular kepada manusia. Untuk menghindari penularan Flu Burung baik pada unggas dan manusia masyarakat dianjurkan melakukan Gerakan B3K yaitu :

B =  Bersihkan tangan dengan sabun/desinfektan setelah bersentuhan dengan ayam/unggas,

B =  Bersihkan kandang sesering mungkin dengan disemprot desinfektan, dan

B =  Berikanlah vaksin AI pada unggas  

K =  Kandangkan ayam/unggas agar tidak berkeliaran dan menjadi sumber penularan penyakit

Selain itu juga dilakukan gerakan bersih lingkungan dan apabila terjadi kasus kematian ayam mendadak dalam jumlah banyak segera melapor ke aparat desa/bidan desa atau petugas Dinas Peternakan dan Perikanan.

 Kejadian kasus positif Flu Burung pada unggas seringkali berulang, kondisi ini kemungkinan disebabkan dari beberapa faktor yaitu :

1.  Faktor cuaca 

    Seperti telah disebutkan di atas bahwa pada musim penghujan kejadian Flu Burung pada unggas sering muncul. Perubahan cuaca yang signifikan mempengaruhi kondisi unggas, pada musim penghujan daya tahan tubuh unggas cepat turun karena suhu dingin dan stress, terutama bila tidak diimbangi dengan nutrisi yang cukup, sehingga rentan terhadap penyakit termasuk Flu Burung.

2.   Faktor Virus

-   Virus mudah bermutasi atau mengalami perubahan sehingga sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengenali virus baru tersebut.

-   Virus akan hidup tahan lama dan mudah berkembangbiak pada kondisi lingkungan basah, lembab dan terhindar dari sinar matahari.

 

3.   Faktor Pengandangan Unggas.

Tingkat kesadaran masyarakat untuk memelihara dengan baik dan mengandangkan unggasnya masih rendah, sehingga ayam peliharaannya berkeliaran kemana-mana yang dapat menyebabkan sumber penyebaran dan penularan Flu Burung lebih luas.

 

4.   Faktor keluar masuknya unggas

Belum terkontrolnya keluar masuk unggas di desa Plosorejo sangat mempengaruhi tingkat penyebaran dan penularan penyakit Flu Burung. Unggas baru yang dibeli dari pasar atau tempat lain merupakan salah satu faktor terjadinya penularan dan penyebaran penyakit di tempat baru. Unggas baru seharusnya dikarantina lebih dahulu selama 14 hari.

 

5.  Peran Unggas Liar

Adanya burung liar seperti burung gereja dan burung semak/Sribombok juga merupakan sumber penularan dan penyebaran penyakit Flu Burung. Burung tersebut terbang dari satu tempat ke tempat lain yang mungkin dari daerah terinfeksi Flu Burung dan membawanya ke tempat lain sehingga dapat menularkan ke unggas lain. Sedangkan untuk burung walet beberapa pakar mengatakan bahwa kemungkinan penularan Flu Burung oleh burung walet sangat kecil karena secara alamiah tidak mengambil makanan di darat dan tidak pernah hinggap di tempat lain kecuali sarangnya. Namun demikian area sarang burung walet dan sekitarnya tetap perlu dibersihkan dan disemprot desinfektan.

 

6.   Faktor Kegagalan Vaksinasi

Tingkat kegagalan vaksinasi tersebut dapat dipengaruhi dari beberapa faktor, antara lain :

-    Tidak semua unggas dalam satu wilayah/desa tersebut tervaksin karena kesulitan mengumpulkan/menangkap unggas untuk divaksin.

-    Keluar masuknya  unggas juga mempengaruhi keberhasilan vaksinasi, karena vaksinasi perlu adanya booster/revaksinasi (3 minggu setelah vaksin pertama, kemudian diulang setiap 3 bulan).

 

 

 

                        

 

 

 

FORMALIN BERBAHAYA!

TUMPAS FLU BURUNG

ai-cempaka11Seperti kita ketahui flu burung telah mengakibatkan meninggalnya 104 orang warga kita. ini baru sebatas ‘riak kecil’ dari suatu’gelombang tsunami’ yang disebut pandemi flu burung. jika ini terjadi, diramalkan setiap hari ribuan orang yang mati disebabkan oleh virus ini.

Hal ini mengingatkan terhadap suatu kejadian pada tahun 1918 di spanyol. hampir 40 juta jiwa terenggut akibat flu spanyol, yang notebene penyebabnya adalah sama dengan virus influenza tipe A. Apakah kita akan berdiam diri saja melihat korban berjatuhan? memang pemerintah melalui dinas peternakan telah melakukan daya upaya untuk mencegah penyakit ini semakin berkembang, tetapi pemegang kunci keberhasilan yang sesungguhnya adalah kesadaran masyarakat.

Sekarang ini, pola pikir masyarakat masih sangat tradisional dan kolot. mereka sebenarnya mengetahui bahaya flu burung, tetapi tidak mau repot. sehingga mereka berpikir praktis, apabila ada unggas yang mati mereka lebih memilih membuangnya ke sungai ato selokan daripada mengubur dan membakarnya. dan lebih memilih berdiam diri daripada melaporkan pada petugas terdekat. hal ini merupakan bom waktu menuju sebuah pandemi. penularan dari unggas ke manusia, dan kalau sudah terjadi pandemi maka akan terjadi penularan antar manusia.

Sadarlah wahai masyarakat! lakukanlah pengkandangan unggas, vaksinasi unggas yg sehat, lakukan penyemprotan dengan cairan desinfektan secara rutin, biosekuriti, kebersihan kandang, jauhkan kandang dari rumah, pisahkan unggas sakit. apabila ada unggas mati, bakar kemudian kubur. segera lapor rt/rw yg akan lapor ke petugas, jangan pernah menjual unggas sakit. Bagi manusia, masaklah daging dan telur, jangan makan unggas sakit apalagi mati, hidup bersih dengan cuci tangan setelah kontak dengan unggas. apabila ada keluarga sakit setelah ada kematian unggas dirumah anda, segera periksa ke dokter. yaitu ketika anda mengalami gejala flu(panas, batuk, pilek) disertai sesak nafas. BERTINDAKLAH SEKARANG JUGA.